Kalender Indonesia
Kalender 9 Juni 2024 Lengkap dengan Tanggal Merah
Informasi lengkap penanggalan pada hari Minggu, 9 Juni 2024 menyajikan perpaduan sistem kalender 3 Zulhijah 1445 serta tradisi Jawa Minggu Pahing yang memiliki bobot neptu 14.
Secara astrologi dan elemen keberuntungan, hari ini dinaungi oleh zodiak Gemini serta pengaruh shio Naga Tanah, sementara kondisi alam ditandai dengan periode Saddha dalam siklus Ketiga (Musim Kemarau).
Terkait agenda publik dan hari besar, status hari ini tercatat sebagai Tanggal ini bukan merupakan hari libur nasional., menjadikannya rujukan komprehensif bagi Anda yang membutuhkan data akurat untuk menentukan hari baik, kegiatan adat, maupun perencanaan aktivitas harian.
Informasi Tanggal
Hari
Minggu
Hari ke
161 / 366
Minggu ke
23
Sisa hari
205
Kalender Hijriah
Tanggal Hijriah
3 Zulhijah 1445 H
Bulan ke
0 ยท Zulhijah
Berdasarkan siklus rembulan
Tanggal
3 / Siklus Bulan
Zodiak
Gemini
21 Mei - 20 Juni
Elemen
Udara
Sifat
Ganda (Mutable)
Planet
Merkurius
Shio
Naga
Shio Tahun 2024
Elemen
Tanah
Kalender Jawa
Weton
Minggu Pahing
Tahun Jawa
1957
Windu Sancaya
Wuku (Siklus Mingguan)
Mandasiya
Pancasuda
Lebu Katiup Angin
Sering mendapat perlakuan buruk, kekurangan rezeki
Pranata Mangsa (Musim Jawa)
Siklus Pranata Mangsa
Saddha
Fenomena Alam
Air surut, udara dingin bertiup pada pagi hari
Panduan Pertanian
Tanam palawija gelombang kedua
Wewaran (Siklus Hari)
| Siklus | Nama | Keterangan |
|---|---|---|
| Ekawara | Luang | Siklus 1 hari |
| Dwiwara | Menga | Siklus 2 hari |
| Triwara | Kajeng | Siklus 3 hari |
| Caturwara | Sri | Siklus 4 hari |
| Pancawara | Kliwon | Pasaran |
| Sadwara | Urukung | Paringkelan |
| Saptawara | Saniscara | Ganti Hari |
| Astawara | Sri | Padewan |
| Sangawara | Erangan | Padangon |
| Dasawara | Dewa | Siklus 10 hari |
Pertanyaan Seputar 9 Juni 2024
Jatuh pada hari apakah rincian tanggal 9 Juni 2024 menurut berbagai sistem penanggalan?
Apabila merujuk secara langsung pada kalender masehi standar, tanggal 9 Juni 2024 secara pasti jatuh pada hari Minggu. Sementara itu, apabila kita bedah menggunakan sistem penanggalan komprehensif kalender Jawa, tanggal ini bertepatan secara persis dengan hari pasaran Minggu Pahing dan bernaung di bawah payung wuku Mandasiya.
Apakah secara resmi tanggal 9 Juni 2024 ditetapkan sebagai hari libur?
Jawabannya adalah tidak. Menurut SKB ketetapan kalender resmi, tanggal 9 Juni 2024 bukanlah tergolong sebagai hari libur nasional dan juga tidak dijadwalkan sebagai cuti bersama. Meskipun begitu, karena momen ini bertepatan dengan hari Minggu di akhir pekan, maka mayoritas perkantoran komersial maupun instansi pendidikan sekolah umumnya akan tetap tutup alias libur.
Jika dikonversikan secara presisi, bertepatan dengan tanggal berapakah 9 Juni 2024 dalam kalender Hijriah Islam?
Dalam sistem penanggalan kalender Islam (Hijriah) yang mengacu pada fase peredaran bulan mengelilingi bumi, ketetapan waktu untuk tanggal Masehi 9 Juni 2024 secara matematis dikonversi menjadi persis tanggal 3 Zulhijah 1445 H.
Termasuk ke dalam klasifikasi zodiak apakah rentang kelahiran di bulan Juni ini?
Seseorang yang secara istimewa lahir pada rentang periode di sekitar tanggal 9 Juni ini dipastikan akan berada kokoh pada naungan konstelasi zodiak Gemini โ. Mereka yang memegang lambang zodiak ini diyakini memiliki karakter inti yang senantiasa didorong oleh kekuatan elemen Udara.
Apa shio yang mengendalikan dan memayungi perjalanan sepanjang siklus tahun 2024 ini?
Bagi orang-orang yang kelahirannya terjadi di sepanjang kemunculan tahun 2024 ini, mereka tergolong dan diakui memiliki simbol identitas shio Naga ๐. Penentuan lambang shio ini sejatinya secara teratur bekerja dan berotasi berdasarkan siklus perputaran 12 lambang hewan di dalam ilmu astrologi tradisional Tionghoa.
Bagaimana rincian kalkulasi total jumlah hitungan neptu untuk weton Jawa Minggu Pahing?
Berdasarkan rumusan kalkulasi ilmu luhur kuno yang tertuang di dalam kitab kalender Primbon Jawa, jumlah akumulasi neptu keseluruhan untuk weton Minggu Pahing tersebut adalah sebesar 14. Nilai akhir skor peruntungan ini sejatinya didapatkan dengan cara menjumlahkan besaran nilai urip pakem dari komponen hari Minggu (yakni sebesar 5) dengan rincian nilai sakral dari komponen pasaran Pahing (yakni sebesar 9).