Kalender Indonesia

klik untuk ganti tanggal

Kalender 4 Juni 2024 Lengkap dengan Tanggal Merah

Informasi lengkap penanggalan pada hari Selasa, 4 Juni 2024 menyajikan perpaduan sistem kalender 27 Zulkaidah 1445 serta tradisi Jawa Selasa Pahing yang memiliki bobot neptu 12.

Secara astrologi dan elemen keberuntungan, hari ini dinaungi oleh zodiak Gemini serta pengaruh shio Naga Tanah, sementara kondisi alam ditandai dengan periode Saddha dalam siklus Ketiga (Musim Kemarau).

Terkait agenda publik dan hari besar, status hari ini tercatat sebagai Tanggal ini bukan merupakan hari libur nasional., menjadikannya rujukan komprehensif bagi Anda yang membutuhkan data akurat untuk menentukan hari baik, kegiatan adat, maupun perencanaan aktivitas harian.

Informasi Tanggal

Hari

Selasa

Hari ke

156 / 366

Minggu ke

23

Sisa hari

210

Kalender Hijriah

Tanggal Hijriah

27 Zulkaidah 1445 H

Bulan ke

0 ยท Zulkaidah

Berdasarkan siklus rembulan

Tanggal

27 / Siklus Bulan

Berdasarkan konversi kalender Masehi standar ke sistem penanggalan Hijriah.

Zodiak

Gemini

21 Mei - 20 Juni

Elemen

Udara

Sifat

Ganda (Mutable)

Planet

Merkurius

Shio

Naga

Shio Tahun 2024

Elemen

Tanah

Perhitungan berdasarkan tahun Masehi secara merata.

Kalender Jawa

Weton

Selasa Pahing

Selasa ยท urip 3 + Pahing ยท urip 9 = Neptu 12

Tahun Jawa

1957

Windu Sancaya

Wuku (Siklus Mingguan)

Langkir

Pancasuda

Bumi Kapetak

Pendiam, tabah, suka bekerja keras

Pranata Mangsa (Musim Jawa)

Siklus Pranata Mangsa

Saddha

41 hari ยท Ketiga (Musim Kemarau)

Fenomena Alam

Air surut, udara dingin bertiup pada pagi hari

Panduan Pertanian

Tanam palawija gelombang kedua

Wewaran (Siklus Hari)

Siklus Nama Keterangan
Ekawara - Siklus 1 hari
Dwiwara Pepet Siklus 2 hari
Triwara Pasah Siklus 3 hari
Caturwara Menala Siklus 4 hari
Pancawara Kliwon Pasaran
Sadwara Paniron Paringkelan
Saptawara Soma Ganti Hari
Astawara Yama Padewan
Sangawara Dangu Padangon
Dasawara Pandita Siklus 10 hari

Pertanyaan Seputar 4 Juni 2024

Jatuh pada hari apakah rincian tanggal 4 Juni 2024 menurut berbagai sistem penanggalan?

Apabila merujuk secara langsung pada kalender masehi standar, tanggal 4 Juni 2024 secara pasti jatuh pada hari Selasa. Sementara itu, apabila kita bedah menggunakan sistem penanggalan komprehensif kalender Jawa, tanggal ini bertepatan secara persis dengan hari pasaran Selasa Pahing dan bernaung di bawah payung wuku Langkir.

Apakah secara resmi tanggal 4 Juni 2024 ditetapkan sebagai hari libur?

Jawabannya adalah tidak. Menurut SKB ketetapan kalender resmi, tanggal 4 Juni 2024 bukanlah tergolong sebagai hari libur nasional dan juga tidak dijadwalkan sebagai cuti bersama.

Jika dikonversikan secara presisi, bertepatan dengan tanggal berapakah 4 Juni 2024 dalam kalender Hijriah Islam?

Dalam sistem penanggalan kalender Islam (Hijriah) yang mengacu pada fase peredaran bulan mengelilingi bumi, ketetapan waktu untuk tanggal Masehi 4 Juni 2024 secara matematis dikonversi menjadi persis tanggal 27 Zulkaidah 1445 H.

Termasuk ke dalam klasifikasi zodiak apakah rentang kelahiran di bulan Juni ini?

Seseorang yang secara istimewa lahir pada rentang periode di sekitar tanggal 4 Juni ini dipastikan akan berada kokoh pada naungan konstelasi zodiak Gemini โ™Š. Mereka yang memegang lambang zodiak ini diyakini memiliki karakter inti yang senantiasa didorong oleh kekuatan elemen Udara.

Apa shio yang mengendalikan dan memayungi perjalanan sepanjang siklus tahun 2024 ini?

Bagi orang-orang yang kelahirannya terjadi di sepanjang kemunculan tahun 2024 ini, mereka tergolong dan diakui memiliki simbol identitas shio Naga ๐Ÿ‰. Penentuan lambang shio ini sejatinya secara teratur bekerja dan berotasi berdasarkan siklus perputaran 12 lambang hewan di dalam ilmu astrologi tradisional Tionghoa.

Bagaimana rincian kalkulasi total jumlah hitungan neptu untuk weton Jawa Selasa Pahing?

Berdasarkan rumusan kalkulasi ilmu luhur kuno yang tertuang di dalam kitab kalender Primbon Jawa, jumlah akumulasi neptu keseluruhan untuk weton Selasa Pahing tersebut adalah sebesar 12. Nilai akhir skor peruntungan ini sejatinya didapatkan dengan cara menjumlahkan besaran nilai urip pakem dari komponen hari Selasa (yakni sebesar 3) dengan rincian nilai sakral dari komponen pasaran Pahing (yakni sebesar 9).