Kalender Indonesia

klik untuk ganti tanggal

Kalender 31 Mei 2024 Lengkap dengan Tanggal Merah

Informasi lengkap penanggalan pada hari Jumat, 31 Mei 2024 menyajikan perpaduan sistem kalender 23 Zulkaidah 1445 serta tradisi Jawa Jumat Pon yang memiliki bobot neptu 13.

Secara astrologi dan elemen keberuntungan, hari ini dinaungi oleh zodiak Gemini serta pengaruh shio Naga Tanah, sementara kondisi alam ditandai dengan periode Saddha dalam siklus Ketiga (Musim Kemarau).

Terkait agenda publik dan hari besar, status hari ini tercatat sebagai Tanggal ini bukan merupakan hari libur nasional., menjadikannya rujukan komprehensif bagi Anda yang membutuhkan data akurat untuk menentukan hari baik, kegiatan adat, maupun perencanaan aktivitas harian.

Informasi Tanggal

Hari

Jumat

Hari ke

152 / 366

Minggu ke

22

Sisa hari

214

Kalender Hijriah

Tanggal Hijriah

23 Zulkaidah 1445 H

Bulan ke

0 ยท Zulkaidah

Berdasarkan siklus rembulan

Tanggal

23 / Siklus Bulan

Berdasarkan konversi kalender Masehi standar ke sistem penanggalan Hijriah.

Zodiak

Gemini

21 Mei - 20 Juni

Elemen

Udara

Sifat

Ganda (Mutable)

Planet

Merkurius

Shio

Naga

Shio Tahun 2024

Elemen

Tanah

Perhitungan berdasarkan tahun Masehi secara merata.

Kalender Jawa

Weton

Jumat Pon

Jumat ยท urip 6 + Pon ยท urip 7 = Neptu 13

Tahun Jawa

1957

Windu Sancaya

Wuku (Siklus Mingguan)

Kuningan

Pancasuda

Satria Wirang

Sering mendapat kesulitan atau rintangan berat

Pranata Mangsa (Musim Jawa)

Siklus Pranata Mangsa

Saddha

41 hari ยท Ketiga (Musim Kemarau)

Fenomena Alam

Air surut, udara dingin bertiup pada pagi hari

Panduan Pertanian

Tanam palawija gelombang kedua

Wewaran (Siklus Hari)

Siklus Nama Keterangan
Ekawara - Siklus 1 hari
Dwiwara Pepet Siklus 2 hari
Triwara Kajeng Siklus 3 hari
Caturwara Menala Siklus 4 hari
Pancawara Umanis Pasaran
Sadwara Maulu Paringkelan
Saptawara Wrespati Ganti Hari
Astawara Uma Padewan
Sangawara Erangan Padangon
Dasawara Raksasa Siklus 10 hari

Pertanyaan Seputar 31 Mei 2024

Jatuh pada hari apakah rincian tanggal 31 Mei 2024 menurut berbagai sistem penanggalan?

Apabila merujuk secara langsung pada kalender masehi standar, tanggal 31 Mei 2024 secara pasti jatuh pada hari Jumat. Sementara itu, apabila kita bedah menggunakan sistem penanggalan komprehensif kalender Jawa, tanggal ini bertepatan secara persis dengan hari pasaran Jumat Pon dan bernaung di bawah payung wuku Kuningan.

Apakah secara resmi tanggal 31 Mei 2024 ditetapkan sebagai hari libur?

Jawabannya adalah tidak. Menurut SKB ketetapan kalender resmi, tanggal 31 Mei 2024 bukanlah tergolong sebagai hari libur nasional dan juga tidak dijadwalkan sebagai cuti bersama.

Jika dikonversikan secara presisi, bertepatan dengan tanggal berapakah 31 Mei 2024 dalam kalender Hijriah Islam?

Dalam sistem penanggalan kalender Islam (Hijriah) yang mengacu pada fase peredaran bulan mengelilingi bumi, ketetapan waktu untuk tanggal Masehi 31 Mei 2024 secara matematis dikonversi menjadi persis tanggal 23 Zulkaidah 1445 H.

Termasuk ke dalam klasifikasi zodiak apakah rentang kelahiran di bulan Mei ini?

Seseorang yang secara istimewa lahir pada rentang periode di sekitar tanggal 31 Mei ini dipastikan akan berada kokoh pada naungan konstelasi zodiak Gemini โ™Š. Mereka yang memegang lambang zodiak ini diyakini memiliki karakter inti yang senantiasa didorong oleh kekuatan elemen Udara.

Apa shio yang mengendalikan dan memayungi perjalanan sepanjang siklus tahun 2024 ini?

Bagi orang-orang yang kelahirannya terjadi di sepanjang kemunculan tahun 2024 ini, mereka tergolong dan diakui memiliki simbol identitas shio Naga ๐Ÿ‰. Penentuan lambang shio ini sejatinya secara teratur bekerja dan berotasi berdasarkan siklus perputaran 12 lambang hewan di dalam ilmu astrologi tradisional Tionghoa.

Bagaimana rincian kalkulasi total jumlah hitungan neptu untuk weton Jawa Jumat Pon?

Berdasarkan rumusan kalkulasi ilmu luhur kuno yang tertuang di dalam kitab kalender Primbon Jawa, jumlah akumulasi neptu keseluruhan untuk weton Jumat Pon tersebut adalah sebesar 13. Nilai akhir skor peruntungan ini sejatinya didapatkan dengan cara menjumlahkan besaran nilai urip pakem dari komponen hari Jumat (yakni sebesar 6) dengan rincian nilai sakral dari komponen pasaran Pon (yakni sebesar 7).