Kalender Indonesia

klik untuk ganti tanggal

Kalender 18 Mei 2024 Lengkap dengan Tanggal Merah

Informasi lengkap penanggalan pada hari Sabtu, 18 Mei 2024 menyajikan perpaduan sistem kalender 10 Zulkaidah 1445 serta tradisi Jawa Sabtu Kliwon yang memiliki bobot neptu 17.

Secara astrologi dan elemen keberuntungan, hari ini dinaungi oleh zodiak Taurus serta pengaruh shio Naga Tanah, sementara kondisi alam ditandai dengan periode Saddha dalam siklus Ketiga (Musim Kemarau).

Terkait agenda publik dan hari besar, status hari ini tercatat sebagai Tanggal ini bukan merupakan hari libur nasional., menjadikannya rujukan komprehensif bagi Anda yang membutuhkan data akurat untuk menentukan hari baik, kegiatan adat, maupun perencanaan aktivitas harian.

Informasi Tanggal

Hari

Sabtu

Hari ke

139 / 366

Minggu ke

20

Sisa hari

227

Kalender Hijriah

Tanggal Hijriah

10 Zulkaidah 1445 H

Bulan ke

0 ยท Zulkaidah

Berdasarkan siklus rembulan

Tanggal

10 / Siklus Bulan

Berdasarkan konversi kalender Masehi standar ke sistem penanggalan Hijriah.

Zodiak

Taurus

20 April - 20 Mei

Elemen

Bumi

Sifat

Teted (Fixed)

Planet

Venus

Shio

Naga

Shio Tahun 2024

Elemen

Tanah

Perhitungan berdasarkan tahun Masehi secara merata.

Kalender Jawa

Weton

Sabtu Kliwon

Sabtu ยท urip 9 + Kliwon ยท urip 8 = Neptu 17

Tahun Jawa

1957

Windu Sancaya

Wuku (Siklus Mingguan)

Sungsang

Pancasuda

Satria Wibawa

Berkharisma, dihormati orang banyak

Pranata Mangsa (Musim Jawa)

Siklus Pranata Mangsa

Saddha

41 hari ยท Ketiga (Musim Kemarau)

Fenomena Alam

Air surut, udara dingin bertiup pada pagi hari

Panduan Pertanian

Tanam palawija gelombang kedua

Wewaran (Siklus Hari)

Siklus Nama Keterangan
Ekawara Luang Siklus 1 hari
Dwiwara Menga Siklus 2 hari
Triwara Beteng Siklus 3 hari
Caturwara Jaya Siklus 4 hari
Pancawara Pon Pasaran
Sadwara Was Paringkelan
Saptawara Sukra Ganti Hari
Astawara Guru Padewan
Sangawara Jangur Padangon
Dasawara Manusa Siklus 10 hari

Pertanyaan Seputar 18 Mei 2024

Jatuh pada hari apakah rincian tanggal 18 Mei 2024 menurut berbagai sistem penanggalan?

Apabila merujuk secara langsung pada kalender masehi standar, tanggal 18 Mei 2024 secara pasti jatuh pada hari Sabtu. Sementara itu, apabila kita bedah menggunakan sistem penanggalan komprehensif kalender Jawa, tanggal ini bertepatan secara persis dengan hari pasaran Sabtu Kliwon dan bernaung di bawah payung wuku Sungsang.

Apakah secara resmi tanggal 18 Mei 2024 ditetapkan sebagai hari libur?

Jawabannya adalah tidak. Menurut SKB ketetapan kalender resmi, tanggal 18 Mei 2024 bukanlah tergolong sebagai hari libur nasional dan juga tidak dijadwalkan sebagai cuti bersama.

Jika dikonversikan secara presisi, bertepatan dengan tanggal berapakah 18 Mei 2024 dalam kalender Hijriah Islam?

Dalam sistem penanggalan kalender Islam (Hijriah) yang mengacu pada fase peredaran bulan mengelilingi bumi, ketetapan waktu untuk tanggal Masehi 18 Mei 2024 secara matematis dikonversi menjadi persis tanggal 10 Zulkaidah 1445 H.

Termasuk ke dalam klasifikasi zodiak apakah rentang kelahiran di bulan Mei ini?

Seseorang yang secara istimewa lahir pada rentang periode di sekitar tanggal 18 Mei ini dipastikan akan berada kokoh pada naungan konstelasi zodiak Taurus โ™‰. Mereka yang memegang lambang zodiak ini diyakini memiliki karakter inti yang senantiasa didorong oleh kekuatan elemen Bumi.

Apa shio yang mengendalikan dan memayungi perjalanan sepanjang siklus tahun 2024 ini?

Bagi orang-orang yang kelahirannya terjadi di sepanjang kemunculan tahun 2024 ini, mereka tergolong dan diakui memiliki simbol identitas shio Naga ๐Ÿ‰. Penentuan lambang shio ini sejatinya secara teratur bekerja dan berotasi berdasarkan siklus perputaran 12 lambang hewan di dalam ilmu astrologi tradisional Tionghoa.

Bagaimana rincian kalkulasi total jumlah hitungan neptu untuk weton Jawa Sabtu Kliwon?

Berdasarkan rumusan kalkulasi ilmu luhur kuno yang tertuang di dalam kitab kalender Primbon Jawa, jumlah akumulasi neptu keseluruhan untuk weton Sabtu Kliwon tersebut adalah sebesar 17. Nilai akhir skor peruntungan ini sejatinya didapatkan dengan cara menjumlahkan besaran nilai urip pakem dari komponen hari Sabtu (yakni sebesar 9) dengan rincian nilai sakral dari komponen pasaran Kliwon (yakni sebesar 8).