Kalender Indonesia

klik untuk ganti tanggal

Kalender 23 Juni 2020 Lengkap dengan Tanggal Merah

Informasi lengkap penanggalan pada hari Selasa, 23 Juni 2020 menyajikan perpaduan sistem kalender 2 Zulkaidah 1441 serta tradisi Jawa Selasa Kliwon yang memiliki bobot neptu 11.

Secara astrologi dan elemen keberuntungan, hari ini dinaungi oleh zodiak Cancer serta pengaruh shio Tikus Kayu, sementara kondisi alam ditandai dengan periode Kasa dalam siklus Ketiga (Musim Kemarau).

Terkait agenda publik dan hari besar, status hari ini tercatat sebagai Tanggal ini bukan merupakan hari libur nasional., menjadikannya rujukan komprehensif bagi Anda yang membutuhkan data akurat untuk menentukan hari baik, kegiatan adat, maupun perencanaan aktivitas harian.

Informasi Tanggal

Hari

Selasa

Hari ke

175 / 366

Minggu ke

26

Sisa hari

191

Kalender Hijriah

Tanggal Hijriah

2 Zulkaidah 1441 H

Bulan ke

0 · Zulkaidah

Berdasarkan siklus rembulan

Tanggal

2 / Siklus Bulan

Berdasarkan konversi kalender Masehi standar ke sistem penanggalan Hijriah.

Zodiak

Cancer

21 Juni - 22 Juli

Elemen

Air

Sifat

Kardinal

Planet

Bulan

Shio

Tikus

Shio Tahun 2020

Elemen

Kayu

Perhitungan berdasarkan tahun Masehi secara merata.

Kalender Jawa

Weton

Selasa Kliwon

Selasa · urip 3 + Kliwon · urip 8 = Neptu 11

Tahun Jawa

1953

Windu Sancaya

Wuku (Siklus Mingguan)

Kuruwelut

Pancasuda

Sumur Sinaba

Seperti sumur tertutup batu, perlu usaha dan bijaksana

Pranata Mangsa (Musim Jawa)

Siklus Pranata Mangsa

Kasa

41 hari · Ketiga (Musim Kemarau)

Fenomena Alam

Daun-daun berguguran, embun menetes

Panduan Pertanian

Waktu tepat menanam palawija

Wewaran (Siklus Hari)

Siklus Nama Keterangan
Ekawara - Siklus 1 hari
Dwiwara Pepet Siklus 2 hari
Triwara Beteng Siklus 3 hari
Caturwara Laba Siklus 4 hari
Pancawara Pon Pasaran
Sadwara Aryang Paringkelan
Saptawara Soma Ganti Hari
Astawara Indra Padewan
Sangawara Tulus Padangon
Dasawara Danawa Siklus 10 hari

Pertanyaan Seputar 23 Juni 2020

Jatuh pada hari apakah rincian tanggal 23 Juni 2020 menurut berbagai sistem penanggalan?

Apabila merujuk secara langsung pada kalender masehi standar, tanggal 23 Juni 2020 secara pasti jatuh pada hari Selasa. Sementara itu, apabila kita bedah menggunakan sistem penanggalan komprehensif kalender Jawa, tanggal ini bertepatan secara persis dengan hari pasaran Selasa Kliwon dan bernaung di bawah payung wuku Kuruwelut.

Apakah secara resmi tanggal 23 Juni 2020 ditetapkan sebagai hari libur?

Jawabannya adalah tidak. Menurut SKB ketetapan kalender resmi, tanggal 23 Juni 2020 bukanlah tergolong sebagai hari libur nasional dan juga tidak dijadwalkan sebagai cuti bersama.

Jika dikonversikan secara presisi, bertepatan dengan tanggal berapakah 23 Juni 2020 dalam kalender Hijriah Islam?

Dalam sistem penanggalan kalender Islam (Hijriah) yang mengacu pada fase peredaran bulan mengelilingi bumi, ketetapan waktu untuk tanggal Masehi 23 Juni 2020 secara matematis dikonversi menjadi persis tanggal 2 Zulkaidah 1441 H.

Termasuk ke dalam klasifikasi zodiak apakah rentang kelahiran di bulan Juni ini?

Seseorang yang secara istimewa lahir pada rentang periode di sekitar tanggal 23 Juni ini dipastikan akan berada kokoh pada naungan konstelasi zodiak Cancer ♋. Mereka yang memegang lambang zodiak ini diyakini memiliki karakter inti yang senantiasa didorong oleh kekuatan elemen Air.

Apa shio yang mengendalikan dan memayungi perjalanan sepanjang siklus tahun 2020 ini?

Bagi orang-orang yang kelahirannya terjadi di sepanjang kemunculan tahun 2020 ini, mereka tergolong dan diakui memiliki simbol identitas shio Tikus 🐭. Penentuan lambang shio ini sejatinya secara teratur bekerja dan berotasi berdasarkan siklus perputaran 12 lambang hewan di dalam ilmu astrologi tradisional Tionghoa.

Bagaimana rincian kalkulasi total jumlah hitungan neptu untuk weton Jawa Selasa Kliwon?

Berdasarkan rumusan kalkulasi ilmu luhur kuno yang tertuang di dalam kitab kalender Primbon Jawa, jumlah akumulasi neptu keseluruhan untuk weton Selasa Kliwon tersebut adalah sebesar 11. Nilai akhir skor peruntungan ini sejatinya didapatkan dengan cara menjumlahkan besaran nilai urip pakem dari komponen hari Selasa (yakni sebesar 3) dengan rincian nilai sakral dari komponen pasaran Kliwon (yakni sebesar 8).