Kalender Indonesia

klik untuk ganti tanggal

Kalender 23 April 2019 Lengkap dengan Tanggal Merah

Informasi lengkap penanggalan pada hari Selasa, 23 April 2019 menyajikan perpaduan sistem kalender 18 Syakban 1440 serta tradisi Jawa Selasa Pon yang memiliki bobot neptu 10.

Secara astrologi dan elemen keberuntungan, hari ini dinaungi oleh zodiak Taurus serta pengaruh shio Babi Air, sementara kondisi alam ditandai dengan periode Saddha dalam siklus Ketiga (Musim Kemarau).

Terkait agenda publik dan hari besar, status hari ini tercatat sebagai Tanggal ini bukan merupakan hari libur nasional., menjadikannya rujukan komprehensif bagi Anda yang membutuhkan data akurat untuk menentukan hari baik, kegiatan adat, maupun perencanaan aktivitas harian.

Informasi Tanggal

Hari

Selasa

Hari ke

113 / 365

Minggu ke

17

Sisa hari

252

Kalender Hijriah

Tanggal Hijriah

18 Syakban 1440 H

Bulan ke

0 · Syakban

Berdasarkan siklus rembulan

Tanggal

18 / Siklus Bulan

Berdasarkan konversi kalender Masehi standar ke sistem penanggalan Hijriah.

Zodiak

Taurus

20 April - 20 Mei

Elemen

Bumi

Sifat

Teted (Fixed)

Planet

Venus

Shio

Babi

Shio Tahun 2019

Elemen

Air

Perhitungan berdasarkan tahun Masehi secara merata.

Kalender Jawa

Weton

Selasa Pon

Selasa · urip 3 + Pon · urip 7 = Neptu 10

Tahun Jawa

1952

Windu Sancaya

Wuku (Siklus Mingguan)

Pahang

Pancasuda

Satria Wibawa

Berkharisma, dihormati orang banyak

Pranata Mangsa (Musim Jawa)

Siklus Pranata Mangsa

Saddha

41 hari · Ketiga (Musim Kemarau)

Fenomena Alam

Air surut, udara dingin bertiup pada pagi hari

Panduan Pertanian

Tanam palawija gelombang kedua

Wewaran (Siklus Hari)

Siklus Nama Keterangan
Ekawara Luang Siklus 1 hari
Dwiwara Menga Siklus 2 hari
Triwara Pasah Siklus 3 hari
Caturwara Jaya Siklus 4 hari
Pancawara Umanis Pasaran
Sadwara Tungleh Paringkelan
Saptawara Soma Ganti Hari
Astawara Kala Padewan
Sangawara Nohan Padangon
Dasawara Sri Siklus 10 hari

Pertanyaan Seputar 23 April 2019

Jatuh pada hari apakah rincian tanggal 23 April 2019 menurut berbagai sistem penanggalan?

Apabila merujuk secara langsung pada kalender masehi standar, tanggal 23 April 2019 secara pasti jatuh pada hari Selasa. Sementara itu, apabila kita bedah menggunakan sistem penanggalan komprehensif kalender Jawa, tanggal ini bertepatan secara persis dengan hari pasaran Selasa Pon dan bernaung di bawah payung wuku Pahang.

Apakah secara resmi tanggal 23 April 2019 ditetapkan sebagai hari libur?

Jawabannya adalah tidak. Menurut SKB ketetapan kalender resmi, tanggal 23 April 2019 bukanlah tergolong sebagai hari libur nasional dan juga tidak dijadwalkan sebagai cuti bersama.

Jika dikonversikan secara presisi, bertepatan dengan tanggal berapakah 23 April 2019 dalam kalender Hijriah Islam?

Dalam sistem penanggalan kalender Islam (Hijriah) yang mengacu pada fase peredaran bulan mengelilingi bumi, ketetapan waktu untuk tanggal Masehi 23 April 2019 secara matematis dikonversi menjadi persis tanggal 18 Syakban 1440 H.

Termasuk ke dalam klasifikasi zodiak apakah rentang kelahiran di bulan April ini?

Seseorang yang secara istimewa lahir pada rentang periode di sekitar tanggal 23 April ini dipastikan akan berada kokoh pada naungan konstelasi zodiak Taurus ♉. Mereka yang memegang lambang zodiak ini diyakini memiliki karakter inti yang senantiasa didorong oleh kekuatan elemen Bumi.

Apa shio yang mengendalikan dan memayungi perjalanan sepanjang siklus tahun 2019 ini?

Bagi orang-orang yang kelahirannya terjadi di sepanjang kemunculan tahun 2019 ini, mereka tergolong dan diakui memiliki simbol identitas shio Babi 🐷. Penentuan lambang shio ini sejatinya secara teratur bekerja dan berotasi berdasarkan siklus perputaran 12 lambang hewan di dalam ilmu astrologi tradisional Tionghoa.

Bagaimana rincian kalkulasi total jumlah hitungan neptu untuk weton Jawa Selasa Pon?

Berdasarkan rumusan kalkulasi ilmu luhur kuno yang tertuang di dalam kitab kalender Primbon Jawa, jumlah akumulasi neptu keseluruhan untuk weton Selasa Pon tersebut adalah sebesar 10. Nilai akhir skor peruntungan ini sejatinya didapatkan dengan cara menjumlahkan besaran nilai urip pakem dari komponen hari Selasa (yakni sebesar 3) dengan rincian nilai sakral dari komponen pasaran Pon (yakni sebesar 7).