Kalender Indonesia

klik untuk ganti tanggal

Kalender 27 September 2021 Lengkap dengan Tanggal Merah

Informasi lengkap penanggalan pada hari Senin, 27 September 2021 menyajikan perpaduan sistem kalender 20 Safar 1443 serta tradisi Jawa Senin Legi yang memiliki bobot neptu 9.

Secara astrologi dan elemen keberuntungan, hari ini dinaungi oleh zodiak Libra serta pengaruh shio Kerbau Kayu, sementara kondisi alam ditandai dengan periode Kapat dalam siklus Labuh (Peralihan).

Terkait agenda publik dan hari besar, status hari ini tercatat sebagai Tanggal ini bukan merupakan hari libur nasional., menjadikannya rujukan komprehensif bagi Anda yang membutuhkan data akurat untuk menentukan hari baik, kegiatan adat, maupun perencanaan aktivitas harian.

Informasi Tanggal

Hari

Senin

Hari ke

270 / 365

Minggu ke

39

Sisa hari

95

Kalender Hijriah

Tanggal Hijriah

20 Safar 1443 H

Bulan ke

2 · Safar

Berdasarkan siklus rembulan

Tanggal

20 / Siklus Bulan

Berdasarkan konversi kalender Masehi standar ke sistem penanggalan Hijriah.

Zodiak

Libra

23 September - 22 Oktober

Elemen

Udara

Sifat

Kardinal

Planet

Venus

Shio

Kerbau

Shio Tahun 2021

Elemen

Kayu

Perhitungan berdasarkan tahun Masehi secara merata.

Kalender Jawa

Weton

Senin Legi

Senin · urip 4 + Legi · urip 5 = Neptu 9

Tahun Jawa

1954

Windu Sancaya

Wuku (Siklus Mingguan)

Manahil

Pancasuda

Tunggak Semi

Rejeki mudah mengalir, murah sandang pangan

Pranata Mangsa (Musim Jawa)

Siklus Pranata Mangsa

Kapat

25 hari · Labuh (Peralihan)

Fenomena Alam

Mata air mulai penuh, burung bertelur

Panduan Pertanian

Mulai menggarap sawah

Wewaran (Siklus Hari)

Siklus Nama Keterangan
Ekawara Luang Siklus 1 hari
Dwiwara Menga Siklus 2 hari
Triwara Pasah Siklus 3 hari
Caturwara Jaya Siklus 4 hari
Pancawara Wage Pasaran
Sadwara Tungleh Paringkelan
Saptawara Redite Ganti Hari
Astawara Kala Padewan
Sangawara Dangu Padangon
Dasawara Sato Siklus 10 hari

Pertanyaan Seputar 27 September 2021

Jatuh pada hari apakah rincian tanggal 27 September 2021 menurut berbagai sistem penanggalan?

Apabila merujuk secara langsung pada kalender masehi standar, tanggal 27 September 2021 secara pasti jatuh pada hari Senin. Sementara itu, apabila kita bedah menggunakan sistem penanggalan komprehensif kalender Jawa, tanggal ini bertepatan secara persis dengan hari pasaran Senin Legi dan bernaung di bawah payung wuku Manahil.

Apakah secara resmi tanggal 27 September 2021 ditetapkan sebagai hari libur?

Jawabannya adalah tidak. Menurut SKB ketetapan kalender resmi, tanggal 27 September 2021 bukanlah tergolong sebagai hari libur nasional dan juga tidak dijadwalkan sebagai cuti bersama.

Jika dikonversikan secara presisi, bertepatan dengan tanggal berapakah 27 September 2021 dalam kalender Hijriah Islam?

Dalam sistem penanggalan kalender Islam (Hijriah) yang mengacu pada fase peredaran bulan mengelilingi bumi, ketetapan waktu untuk tanggal Masehi 27 September 2021 secara matematis dikonversi menjadi persis tanggal 20 Safar 1443 H.

Termasuk ke dalam klasifikasi zodiak apakah rentang kelahiran di bulan September ini?

Seseorang yang secara istimewa lahir pada rentang periode di sekitar tanggal 27 September ini dipastikan akan berada kokoh pada naungan konstelasi zodiak Libra ♎. Mereka yang memegang lambang zodiak ini diyakini memiliki karakter inti yang senantiasa didorong oleh kekuatan elemen Udara.

Apa shio yang mengendalikan dan memayungi perjalanan sepanjang siklus tahun 2021 ini?

Bagi orang-orang yang kelahirannya terjadi di sepanjang kemunculan tahun 2021 ini, mereka tergolong dan diakui memiliki simbol identitas shio Kerbau 🐮. Penentuan lambang shio ini sejatinya secara teratur bekerja dan berotasi berdasarkan siklus perputaran 12 lambang hewan di dalam ilmu astrologi tradisional Tionghoa.

Bagaimana rincian kalkulasi total jumlah hitungan neptu untuk weton Jawa Senin Legi?

Berdasarkan rumusan kalkulasi ilmu luhur kuno yang tertuang di dalam kitab kalender Primbon Jawa, jumlah akumulasi neptu keseluruhan untuk weton Senin Legi tersebut adalah sebesar 9. Nilai akhir skor peruntungan ini sejatinya didapatkan dengan cara menjumlahkan besaran nilai urip pakem dari komponen hari Senin (yakni sebesar 4) dengan rincian nilai sakral dari komponen pasaran Legi (yakni sebesar 5).