Kalender Indonesia
Kalender 22 Juni 2025 Lengkap dengan Tanggal Merah
Informasi lengkap penanggalan pada hari Minggu, 22 Juni 2025 menyajikan perpaduan sistem kalender 26 Zulhijah 1446 serta tradisi Jawa Minggu Kliwon yang memiliki bobot neptu 13.
Secara astrologi dan elemen keberuntungan, hari ini dinaungi oleh zodiak Cancer serta pengaruh shio Ular Tanah, sementara kondisi alam ditandai dengan periode Kasa dalam siklus Ketiga (Musim Kemarau).
Terkait agenda publik dan hari besar, status hari ini tercatat sebagai Tanggal ini bukan merupakan hari libur nasional., menjadikannya rujukan komprehensif bagi Anda yang membutuhkan data akurat untuk menentukan hari baik, kegiatan adat, maupun perencanaan aktivitas harian.
Informasi Tanggal
Hari
Minggu
Hari ke
173 / 365
Minggu ke
25
Sisa hari
192
Kalender Hijriah
Tanggal Hijriah
26 Zulhijah 1446 H
Bulan ke
0 ยท Zulhijah
Berdasarkan siklus rembulan
Tanggal
26 / Siklus Bulan
Zodiak
Cancer
21 Juni - 22 Juli
Elemen
Air
Sifat
Kardinal
Planet
Bulan
Shio
Ular
Shio Tahun 2025
Elemen
Tanah
Kalender Jawa
Weton
Minggu Kliwon
Tahun Jawa
1958
Windu Sancaya
Wuku (Siklus Mingguan)
Warigagung
Pancasuda
Satria Wirang
Sering mendapat kesulitan atau rintangan berat
Pranata Mangsa (Musim Jawa)
Siklus Pranata Mangsa
Kasa
Fenomena Alam
Daun-daun berguguran, embun menetes
Panduan Pertanian
Waktu tepat menanam palawija
Wewaran (Siklus Hari)
| Siklus | Nama | Keterangan |
|---|---|---|
| Ekawara | Luang | Siklus 1 hari |
| Dwiwara | Menga | Siklus 2 hari |
| Triwara | Kajeng | Siklus 3 hari |
| Caturwara | Jaya | Siklus 4 hari |
| Pancawara | Pon | Pasaran |
| Sadwara | Urukung | Paringkelan |
| Saptawara | Saniscara | Ganti Hari |
| Astawara | Guru | Padewan |
| Sangawara | Erangan | Padangon |
| Dasawara | Manusa | Siklus 10 hari |
Pertanyaan Seputar 22 Juni 2025
Jatuh pada hari apakah rincian tanggal 22 Juni 2025 menurut berbagai sistem penanggalan?
Apabila merujuk secara langsung pada kalender masehi standar, tanggal 22 Juni 2025 secara pasti jatuh pada hari Minggu. Sementara itu, apabila kita bedah menggunakan sistem penanggalan komprehensif kalender Jawa, tanggal ini bertepatan secara persis dengan hari pasaran Minggu Kliwon dan bernaung di bawah payung wuku Warigagung.
Apakah secara resmi tanggal 22 Juni 2025 ditetapkan sebagai hari libur?
Jawabannya adalah tidak. Menurut SKB ketetapan kalender resmi, tanggal 22 Juni 2025 bukanlah tergolong sebagai hari libur nasional dan juga tidak dijadwalkan sebagai cuti bersama. Meskipun begitu, karena momen ini bertepatan dengan hari Minggu di akhir pekan, maka mayoritas perkantoran komersial maupun instansi pendidikan sekolah umumnya akan tetap tutup alias libur.
Jika dikonversikan secara presisi, bertepatan dengan tanggal berapakah 22 Juni 2025 dalam kalender Hijriah Islam?
Dalam sistem penanggalan kalender Islam (Hijriah) yang mengacu pada fase peredaran bulan mengelilingi bumi, ketetapan waktu untuk tanggal Masehi 22 Juni 2025 secara matematis dikonversi menjadi persis tanggal 26 Zulhijah 1446 H.
Termasuk ke dalam klasifikasi zodiak apakah rentang kelahiran di bulan Juni ini?
Seseorang yang secara istimewa lahir pada rentang periode di sekitar tanggal 22 Juni ini dipastikan akan berada kokoh pada naungan konstelasi zodiak Cancer โ. Mereka yang memegang lambang zodiak ini diyakini memiliki karakter inti yang senantiasa didorong oleh kekuatan elemen Air.
Apa shio yang mengendalikan dan memayungi perjalanan sepanjang siklus tahun 2025 ini?
Bagi orang-orang yang kelahirannya terjadi di sepanjang kemunculan tahun 2025 ini, mereka tergolong dan diakui memiliki simbol identitas shio Ular ๐. Penentuan lambang shio ini sejatinya secara teratur bekerja dan berotasi berdasarkan siklus perputaran 12 lambang hewan di dalam ilmu astrologi tradisional Tionghoa.
Bagaimana rincian kalkulasi total jumlah hitungan neptu untuk weton Jawa Minggu Kliwon?
Berdasarkan rumusan kalkulasi ilmu luhur kuno yang tertuang di dalam kitab kalender Primbon Jawa, jumlah akumulasi neptu keseluruhan untuk weton Minggu Kliwon tersebut adalah sebesar 13. Nilai akhir skor peruntungan ini sejatinya didapatkan dengan cara menjumlahkan besaran nilai urip pakem dari komponen hari Minggu (yakni sebesar 5) dengan rincian nilai sakral dari komponen pasaran Kliwon (yakni sebesar 8).