Kalender Indonesia
Kalender 20 September 2020 Lengkap dengan Tanggal Merah
Informasi lengkap penanggalan pada hari Minggu, 20 September 2020 menyajikan perpaduan sistem kalender 3 Safar 1442 serta tradisi Jawa Minggu Wage yang memiliki bobot neptu 9.
Secara astrologi dan elemen keberuntungan, hari ini dinaungi oleh zodiak Virgo serta pengaruh shio Tikus Kayu, sementara kondisi alam ditandai dengan periode Kapat dalam siklus Labuh (Peralihan).
Terkait agenda publik dan hari besar, status hari ini tercatat sebagai Tanggal ini bukan merupakan hari libur nasional., menjadikannya rujukan komprehensif bagi Anda yang membutuhkan data akurat untuk menentukan hari baik, kegiatan adat, maupun perencanaan aktivitas harian.
Informasi Tanggal
Hari
Minggu
Hari ke
264 / 366
Minggu ke
38
Sisa hari
102
Kalender Hijriah
Tanggal Hijriah
3 Safar 1442 H
Bulan ke
2 · Safar
Berdasarkan siklus rembulan
Tanggal
3 / Siklus Bulan
Zodiak
Virgo
23 Agustus - 22 September
Elemen
Bumi
Sifat
Ganda (Mutable)
Planet
Merkurius
Shio
Tikus
Shio Tahun 2020
Elemen
Kayu
Kalender Jawa
Weton
Minggu Wage
Tahun Jawa
1953
Windu Sancaya
Wuku (Siklus Mingguan)
Watugunung
Pancasuda
Tunggak Semi
Rejeki mudah mengalir, murah sandang pangan
Pranata Mangsa (Musim Jawa)
Siklus Pranata Mangsa
Kapat
Fenomena Alam
Mata air mulai penuh, burung bertelur
Panduan Pertanian
Mulai menggarap sawah
Wewaran (Siklus Hari)
| Siklus | Nama | Keterangan |
|---|---|---|
| Ekawara | Luang | Siklus 1 hari |
| Dwiwara | Menga | Siklus 2 hari |
| Triwara | Pasah | Siklus 3 hari |
| Caturwara | Jaya | Siklus 4 hari |
| Pancawara | Paing | Pasaran |
| Sadwara | Tungleh | Paringkelan |
| Saptawara | Saniscara | Ganti Hari |
| Astawara | Guru | Padewan |
| Sangawara | Urungan | Padangon |
| Dasawara | Pisaca | Siklus 10 hari |
Pertanyaan Seputar 20 September 2020
Jatuh pada hari apakah rincian tanggal 20 September 2020 menurut berbagai sistem penanggalan?
Apabila merujuk secara langsung pada kalender masehi standar, tanggal 20 September 2020 secara pasti jatuh pada hari Minggu. Sementara itu, apabila kita bedah menggunakan sistem penanggalan komprehensif kalender Jawa, tanggal ini bertepatan secara persis dengan hari pasaran Minggu Wage dan bernaung di bawah payung wuku Watugunung.
Apakah secara resmi tanggal 20 September 2020 ditetapkan sebagai hari libur?
Jawabannya adalah tidak. Menurut SKB ketetapan kalender resmi, tanggal 20 September 2020 bukanlah tergolong sebagai hari libur nasional dan juga tidak dijadwalkan sebagai cuti bersama. Meskipun begitu, karena momen ini bertepatan dengan hari Minggu di akhir pekan, maka mayoritas perkantoran komersial maupun instansi pendidikan sekolah umumnya akan tetap tutup alias libur.
Jika dikonversikan secara presisi, bertepatan dengan tanggal berapakah 20 September 2020 dalam kalender Hijriah Islam?
Dalam sistem penanggalan kalender Islam (Hijriah) yang mengacu pada fase peredaran bulan mengelilingi bumi, ketetapan waktu untuk tanggal Masehi 20 September 2020 secara matematis dikonversi menjadi persis tanggal 3 Safar 1442 H.
Termasuk ke dalam klasifikasi zodiak apakah rentang kelahiran di bulan September ini?
Seseorang yang secara istimewa lahir pada rentang periode di sekitar tanggal 20 September ini dipastikan akan berada kokoh pada naungan konstelasi zodiak Virgo ♍. Mereka yang memegang lambang zodiak ini diyakini memiliki karakter inti yang senantiasa didorong oleh kekuatan elemen Bumi.
Apa shio yang mengendalikan dan memayungi perjalanan sepanjang siklus tahun 2020 ini?
Bagi orang-orang yang kelahirannya terjadi di sepanjang kemunculan tahun 2020 ini, mereka tergolong dan diakui memiliki simbol identitas shio Tikus 🐭. Penentuan lambang shio ini sejatinya secara teratur bekerja dan berotasi berdasarkan siklus perputaran 12 lambang hewan di dalam ilmu astrologi tradisional Tionghoa.
Bagaimana rincian kalkulasi total jumlah hitungan neptu untuk weton Jawa Minggu Wage?
Berdasarkan rumusan kalkulasi ilmu luhur kuno yang tertuang di dalam kitab kalender Primbon Jawa, jumlah akumulasi neptu keseluruhan untuk weton Minggu Wage tersebut adalah sebesar 9. Nilai akhir skor peruntungan ini sejatinya didapatkan dengan cara menjumlahkan besaran nilai urip pakem dari komponen hari Minggu (yakni sebesar 5) dengan rincian nilai sakral dari komponen pasaran Wage (yakni sebesar 4).