Kalender Indonesia

klik untuk ganti tanggal

Kalender 20 Oktober 2018 Lengkap dengan Tanggal Merah

Informasi lengkap penanggalan pada hari Sabtu, 20 Oktober 2018 menyajikan perpaduan sistem kalender 11 Safar 1440 serta tradisi Jawa Sabtu Pon yang memiliki bobot neptu 16.

Secara astrologi dan elemen keberuntungan, hari ini dinaungi oleh zodiak Libra serta pengaruh shio Anjing Air, sementara kondisi alam ditandai dengan periode Kalima dalam siklus Labuh (Peralihan).

Terkait agenda publik dan hari besar, status hari ini tercatat sebagai Tanggal ini bukan merupakan hari libur nasional., menjadikannya rujukan komprehensif bagi Anda yang membutuhkan data akurat untuk menentukan hari baik, kegiatan adat, maupun perencanaan aktivitas harian.

Informasi Tanggal

Hari

Sabtu

Hari ke

293 / 365

Minggu ke

42

Sisa hari

72

Kalender Hijriah

Tanggal Hijriah

11 Safar 1440 H

Bulan ke

2 · Safar

Berdasarkan siklus rembulan

Tanggal

11 / Siklus Bulan

Berdasarkan konversi kalender Masehi standar ke sistem penanggalan Hijriah.

Zodiak

Libra

23 September - 22 Oktober

Elemen

Udara

Sifat

Kardinal

Planet

Venus

Shio

Anjing

Shio Tahun 2018

Elemen

Air

Perhitungan berdasarkan tahun Masehi secara merata.

Kalender Jawa

Weton

Sabtu Pon

Sabtu · urip 9 + Pon · urip 7 = Neptu 16

Tahun Jawa

1951

Windu Sengara

Wuku (Siklus Mingguan)

Tambir

Pancasuda

Tunggak Semi

Rejeki mudah mengalir, murah sandang pangan

Pranata Mangsa (Musim Jawa)

Siklus Pranata Mangsa

Kalima

27 hari · Labuh (Peralihan)

Fenomena Alam

Hujan mulai menetes, tunas bertumbuh

Panduan Pertanian

Menyiapkan benih padi

Wewaran (Siklus Hari)

Siklus Nama Keterangan
Ekawara - Siklus 1 hari
Dwiwara Pepet Siklus 2 hari
Triwara Beteng Siklus 3 hari
Caturwara Laba Siklus 4 hari
Pancawara Umanis Pasaran
Sadwara Aryang Paringkelan
Saptawara Sukra Ganti Hari
Astawara Brahma Padewan
Sangawara Tulus Padangon
Dasawara Raksasa Siklus 10 hari

Pertanyaan Seputar 20 Oktober 2018

Jatuh pada hari apakah rincian tanggal 20 Oktober 2018 menurut berbagai sistem penanggalan?

Apabila merujuk secara langsung pada kalender masehi standar, tanggal 20 Oktober 2018 secara pasti jatuh pada hari Sabtu. Sementara itu, apabila kita bedah menggunakan sistem penanggalan komprehensif kalender Jawa, tanggal ini bertepatan secara persis dengan hari pasaran Sabtu Pon dan bernaung di bawah payung wuku Tambir.

Apakah secara resmi tanggal 20 Oktober 2018 ditetapkan sebagai hari libur?

Jawabannya adalah tidak. Menurut SKB ketetapan kalender resmi, tanggal 20 Oktober 2018 bukanlah tergolong sebagai hari libur nasional dan juga tidak dijadwalkan sebagai cuti bersama.

Jika dikonversikan secara presisi, bertepatan dengan tanggal berapakah 20 Oktober 2018 dalam kalender Hijriah Islam?

Dalam sistem penanggalan kalender Islam (Hijriah) yang mengacu pada fase peredaran bulan mengelilingi bumi, ketetapan waktu untuk tanggal Masehi 20 Oktober 2018 secara matematis dikonversi menjadi persis tanggal 11 Safar 1440 H.

Termasuk ke dalam klasifikasi zodiak apakah rentang kelahiran di bulan Oktober ini?

Seseorang yang secara istimewa lahir pada rentang periode di sekitar tanggal 20 Oktober ini dipastikan akan berada kokoh pada naungan konstelasi zodiak Libra ♎. Mereka yang memegang lambang zodiak ini diyakini memiliki karakter inti yang senantiasa didorong oleh kekuatan elemen Udara.

Apa shio yang mengendalikan dan memayungi perjalanan sepanjang siklus tahun 2018 ini?

Bagi orang-orang yang kelahirannya terjadi di sepanjang kemunculan tahun 2018 ini, mereka tergolong dan diakui memiliki simbol identitas shio Anjing 🐶. Penentuan lambang shio ini sejatinya secara teratur bekerja dan berotasi berdasarkan siklus perputaran 12 lambang hewan di dalam ilmu astrologi tradisional Tionghoa.

Bagaimana rincian kalkulasi total jumlah hitungan neptu untuk weton Jawa Sabtu Pon?

Berdasarkan rumusan kalkulasi ilmu luhur kuno yang tertuang di dalam kitab kalender Primbon Jawa, jumlah akumulasi neptu keseluruhan untuk weton Sabtu Pon tersebut adalah sebesar 16. Nilai akhir skor peruntungan ini sejatinya didapatkan dengan cara menjumlahkan besaran nilai urip pakem dari komponen hari Sabtu (yakni sebesar 9) dengan rincian nilai sakral dari komponen pasaran Pon (yakni sebesar 7).