Kalender Indonesia

klik untuk ganti tanggal

Kalender 15 Juli 2024 Lengkap dengan Tanggal Merah

Informasi lengkap penanggalan pada hari Senin, 15 Juli 2024 menyajikan perpaduan sistem kalender 10 Muharam 1446 serta tradisi Jawa Senin Pon yang memiliki bobot neptu 11.

Secara astrologi dan elemen keberuntungan, hari ini dinaungi oleh zodiak Cancer serta pengaruh shio Naga Tanah, sementara kondisi alam ditandai dengan periode Kasa dalam siklus Ketiga (Musim Kemarau).

Terkait agenda publik dan hari besar, status hari ini tercatat sebagai Tanggal ini bukan merupakan hari libur nasional., menjadikannya rujukan komprehensif bagi Anda yang membutuhkan data akurat untuk menentukan hari baik, kegiatan adat, maupun perencanaan aktivitas harian.

Informasi Tanggal

Hari

Senin

Hari ke

197 / 366

Minggu ke

29

Sisa hari

169

Kalender Hijriah

Tanggal Hijriah

10 Muharam 1446 H

Bulan ke

0 ยท Muharam

Berdasarkan siklus rembulan

Tanggal

10 / Siklus Bulan

Berdasarkan konversi kalender Masehi standar ke sistem penanggalan Hijriah.

Zodiak

Cancer

21 Juni - 22 Juli

Elemen

Air

Sifat

Kardinal

Planet

Bulan

Shio

Naga

Shio Tahun 2024

Elemen

Tanah

Perhitungan berdasarkan tahun Masehi secara merata.

Kalender Jawa

Weton

Senin Pon

Senin ยท urip 4 + Pon ยท urip 7 = Neptu 11

Tahun Jawa

1957

Windu Sancaya

Wuku (Siklus Mingguan)

Tambir

Pancasuda

Sumur Sinaba

Seperti sumur tertutup batu, perlu usaha dan bijaksana

Pranata Mangsa (Musim Jawa)

Siklus Pranata Mangsa

Kasa

41 hari ยท Ketiga (Musim Kemarau)

Fenomena Alam

Daun-daun berguguran, embun menetes

Panduan Pertanian

Waktu tepat menanam palawija

Wewaran (Siklus Hari)

Siklus Nama Keterangan
Ekawara Luang Siklus 1 hari
Dwiwara Menga Siklus 2 hari
Triwara Kajeng Siklus 3 hari
Caturwara Sri Siklus 4 hari
Pancawara Umanis Pasaran
Sadwara Urukung Paringkelan
Saptawara Redite Ganti Hari
Astawara Ludra Padewan
Sangawara Erangan Padangon
Dasawara Sri Siklus 10 hari

Pertanyaan Seputar 15 Juli 2024

Jatuh pada hari apakah rincian tanggal 15 Juli 2024 menurut berbagai sistem penanggalan?

Apabila merujuk secara langsung pada kalender masehi standar, tanggal 15 Juli 2024 secara pasti jatuh pada hari Senin. Sementara itu, apabila kita bedah menggunakan sistem penanggalan komprehensif kalender Jawa, tanggal ini bertepatan secara persis dengan hari pasaran Senin Pon dan bernaung di bawah payung wuku Tambir.

Apakah secara resmi tanggal 15 Juli 2024 ditetapkan sebagai hari libur?

Jawabannya adalah tidak. Menurut SKB ketetapan kalender resmi, tanggal 15 Juli 2024 bukanlah tergolong sebagai hari libur nasional dan juga tidak dijadwalkan sebagai cuti bersama.

Jika dikonversikan secara presisi, bertepatan dengan tanggal berapakah 15 Juli 2024 dalam kalender Hijriah Islam?

Dalam sistem penanggalan kalender Islam (Hijriah) yang mengacu pada fase peredaran bulan mengelilingi bumi, ketetapan waktu untuk tanggal Masehi 15 Juli 2024 secara matematis dikonversi menjadi persis tanggal 10 Muharam 1446 H.

Termasuk ke dalam klasifikasi zodiak apakah rentang kelahiran di bulan Juli ini?

Seseorang yang secara istimewa lahir pada rentang periode di sekitar tanggal 15 Juli ini dipastikan akan berada kokoh pada naungan konstelasi zodiak Cancer โ™‹. Mereka yang memegang lambang zodiak ini diyakini memiliki karakter inti yang senantiasa didorong oleh kekuatan elemen Air.

Apa shio yang mengendalikan dan memayungi perjalanan sepanjang siklus tahun 2024 ini?

Bagi orang-orang yang kelahirannya terjadi di sepanjang kemunculan tahun 2024 ini, mereka tergolong dan diakui memiliki simbol identitas shio Naga ๐Ÿ‰. Penentuan lambang shio ini sejatinya secara teratur bekerja dan berotasi berdasarkan siklus perputaran 12 lambang hewan di dalam ilmu astrologi tradisional Tionghoa.

Bagaimana rincian kalkulasi total jumlah hitungan neptu untuk weton Jawa Senin Pon?

Berdasarkan rumusan kalkulasi ilmu luhur kuno yang tertuang di dalam kitab kalender Primbon Jawa, jumlah akumulasi neptu keseluruhan untuk weton Senin Pon tersebut adalah sebesar 11. Nilai akhir skor peruntungan ini sejatinya didapatkan dengan cara menjumlahkan besaran nilai urip pakem dari komponen hari Senin (yakni sebesar 4) dengan rincian nilai sakral dari komponen pasaran Pon (yakni sebesar 7).